Program Kami

1. Sekolah Alam Bebas & Wilderness Leadership
”Gua lihat anak gua jalan ke tendanya, membongkar ranselnya lalu dengan gagah menenteng handuk dan alat mandi menuju kamar mandi bersama teman-temannya. Gila, dia ngga pernah seperti itu di rumah. Biasanya harus dipaksa-paksa untuk mandi.” – Didiet, orangtua –

Anda akan terkejut saat menyadari betapa si Kecil sebenarnya mampu untuk melakukan berbagai hal secara mandiri. Tidak perlu pengawasan orangtua, tidak butuh dibantu baby sitter.

Sekolah Alam Bebas diperuntukkan bagi anak usia 8 – 11 tahun dan 12 – 15 tahun. Program yang diadakan sepanjang tahun ini mengajarkan teknik hidup di alam bebas sambil melatih kemandirian dan kerjasama kelompok. Tema yang dapat dipilih, antara lain: Basic Campsite, Jungle Food, Map & Compass, dll.
Wilderness Leadership yang diadakan setiap bulan Juni dan Juli mengajak anak-anak untuk melakukan ekspedisi ke alam bebas. Anak-anak dilatih untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian dan mengalami sendiri ekspedisi mereka. Merencanakan logistik, mengurus transportasi sampai perijinan masuk taman nasional? Itu tugas yang harus mereka lakukan sebelum bisa menikmati keunikan alam di tempat tujuan ekspedisi mereka.

2. Tunas Unggulan
”Thank you sir, for the best camp I have ever had!” – siswa Singapore Int’l School, program SIS School Camp 2007 –

Bagaimana rasanya menjadi agen rahasia yang harus membuat sebuah kincir air di suatu tempat di Hutan Pringayu? Atau membantu Profesor Tar-tar menemukan tanaman yang sakit? Di manakah Harta Karun Tarwana disembunyikan?
Sambil bertualang bersama, anak-anak berusaha menggunakan berbagai pengetahuan mereka untuk memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi. Matematika, sains, pengetahuan sosial, bahasa dan pelajaran olahraga tanpa disadari dan tanpa dipaksa, diterapkan oleh anak-anak yang bermain dan bertualang dalam program Tunas Unggulan.

3. Leadership Camp/Character Building
”Memangnya kenapa kita sekarang meminta (camp) Pringayu lagi? Karena kita sudah melihat, anak-anak yang pulang dari ciawi (Camp Pringayu), benar-benar berbeda. Mereka lebih mandiri, lebih dewasa… pokoknya mereka terlihat berbeda!” –Kepala Sekolah SMP Bogor Raya –
”Awalnya kita memang agak ragu, karena kegiatan ini berbeda dengan acara yang kita buat sendiri. Di sini tidak ada bentakan dan hukuman, lebih halus. Tapi ternyata hasilnya lumayan. Sudah tiga kali kegiatan dan anak-anak (OSIS) hampir semuanya aktif terlibat, ngga ada yang absen.” – Ibu Popy, guru pembina OSIS SMP Tarakanita Gading Serpong –

Program-program pengembangan karakter yang diadakan di alam bebas memberi kesempatan kepada setiap anak untuk melatih jiwa kepemimpinan mereka secara nyata. Melalui berbagai simulasi yang ada, peserta mendapat pengalaman nyata mengenai inisiatif, perencanaan, pengambilan keputusan dan tanggung jawab. Peserta juga mempraktekkan berbagai keahlian yang dibutuhkan dalam berorganisasi, seperti membuat rencana kerja, membuat proposal, memimpin diskusi, dll

4. Family Camp
”Coba saja dihitung, berapa biaya yang dikeluarkan kalau orangtua pergi ke mal dengan anak-anaknya di akhir pekan… Acara ini jelas ngga mahal, apalagi nilai belajarnya lebih banyak. Orangtua bisa lebih dekat dengan anak-anaknya…” – Salah seorang komisaris PAC –

Berapa lama Anda berdiskusi dengan anak Anda mengenai rencana penyerangan ke benteng musuh? Bisakah dekorasi buah-buahan keluarga Anda menyaingi indahnya dekorasi buah dan bunga kelompok lain? Apa rasanya bekerja sama dengan tetangga untuk memilah-milah sampah demi mengurangi penumpukan sampah di lingkungan kita?

Family Camp merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas komunikasi antara orangtua dan anak, serta antar keluarga dengan keluarga yang lain. Program simulasi yang mengajak peserta untuk berkegiatan bersama ini dikemas dalam tema-tema yang menarik, antara lain: Keuangan Keluarga, Family Castle, Keluarga Cinta Lingkungan Bersih (Pengolahan Sampah), dll.

5. Teacher’s Camp
”Terima kasih ya, sudah beberapa hari ini, sejak pulang dari Camp Pringayu, suasana di sekolah jadi lebih menyenangkan. Semoga suasana ini bisa bertahan terus.” – Ibu Susi, Kepala Sekolah SMP Kesatuan, Bogor –

Guru bukan hanya sekedar pengajar, tetapi lebih daripada itu, guru adalah pendidik. Oleh karena itu, guru perlu mengingat lagi suasana persahabatan di alam bebas untuk menghayati arti persahabatan, semangat pantang menyerah dan keberanian untuk berpikir kreatif.
Program Teacher’s Camp mengajak guru untuk menggali kembali motivasi menjadi guru dan menghayati peran mereka sebagai role-model bagi anak didiknya.

6. Corporate Family Gathering
”Bagus sekali, kami belum pernah mengalami kegiatan seperti ini. Seluruh karyawan benar-benar bermain bersama dengan anggota keluarga, bukan sekedar duduk-duduk berkelompok sendiri-sendiri.” – Bapak Artanto, Basuki Pratama Engineering, PT –